Random Post

01.05
0
   Apakah anda pernah melihat atraksi hipnotis yang mencengangkan. Seseorang yang sedang dalam kondisi sadar tiba-tiba kehilangan kesadarannya dan mau menuruti semua perintah penghipnotis. Berikut ini akan disampaikan beberapa tahap mendasar untuk melakukan praktek hipnotis. Namun sebelumnya, kita akan membahas sedikit tentang hipnotis. Otak kita bekerja dalam 4 macam frekuensi. Gelombang “beta” menunjukkan bahwa kita dalam posisi sadar sepenuhnya. Sedangkan ketiga  gelombang / frekuensi lainnya menunjukkan perubahan kerja otak yang membuat seseorang lebih mudah mengalami trance (posisi sedang terhipnotis). Trance yang paling ringan bisa dirasakan pada gelombang “alfa”, contohnya adalah saat anda sedang mengkhayal. Untuk menghipnotis seseorang, anda harus berusaha menggiringnya memasuki gelombang alfa. Saat seseorang rileks, biasanya mereka akan dengan mudah memasuki frekuensi ini. Berikut adalah beberapa tahapan yang perlu anda lakukan untuk menghipnotis seseorang:

Tahap pertama hipnotis

Tahap pertama di dalam sebuah sesi hipnotis disebut dengan induksi. Ini adalah saat anda membuat klien berada dalam kondisi rileks dan tenang. Silakan minta ia menutup mata dan menenangkan diri, caranya adalah dengan mengatur pernafasan dan memintanya untuk fokus pada nafas tersebut. Selanjutnya minta ia melepaskan semua ketegangan di dalam tubuh, caranya adalah dengan mengerutkan dan melemaskan otot secara bergantian. Posisi duduk / tidur juga sangat mempengaruhi keberhasilan hipnosis. Buat agar klien duduk / tidur dengan posisi senyaman mungkin. Selanjutnya minta ia membayangkan berbagai hal yang bisa membuat tenang, seperti hutan, sawah, pantai, dll. Kuatkan imaginasi ini dengan memintanya membayangkan rasa dan suara.

Tahap kedua hipnotis

Hal berikutnya yang harus anda lakukan untuk menghipnotis seseorang adalah membuat rasa rileks tersebut semakin dalam, tahap ini dikenal dengan nama “deepening”. Minta ia membayangkan dirinya sendiri. Jika sebelumnya anda memintanya membayangkan hal-hal yang menenangkan, kali ini minta ia terlibat secara langsung di dalam imanjinasi tersebut. Misalnya klien anda membayangkan pantai, anda bisa memintanya untuk berjalan di pesisir pantai sambil memperhatikan warna air, pasir, dan hewan-hewan laut yang ditemui di pesisir pantai. Minta klien memfokuskan diri pada suara anda saja dan mengabaikan suara-suara lainnya. Silakan hitung dari 10 ke 1 sembari terus memintanya untuk rileks dan tenang. Stage hipnotis ini berfungsi untuk “melepaskan” klien dari dunia luar dan fokus pada suara anda saja.

Tahap ketiga hipnotis

Ini adalah tahap yang juga sangat penting dalam proses hipnotis. Mudah tidaknya seseorang untuk dihipnotis bisa anda lihat pada tahap ini. Silakan berikan ia berbagai sugesti dan mengajukan pertanyaan yang anda perlukan. Jika klien menjawab dengan rileks dan tidak bertenaga, berarti ia sudah memasuki tahap trance yang cukup dalam. Sebaliknya, jika anda menjawab pertanyaan anda dengan keras dan memiliki intonasi, berarti orang tersebut berada pada level trance ringan. Anda bisa mengulangi tahap kedua untuk memperdalam trance orang tersebut.

Tahap keempat hipnotis

Tahap ini disebut dengan amnesia. Pada tahap ini klien akan berada dalam trance yang sangat dalam, dan anda benar-benar berbicara dengan pikiran bawah sadar orang tersebut. Anda bisa mulai memberikan sugesti sesuai dengan kebutuhan. Misalnya anda melakukan hipnotis untuk menghilangkan kebiasaan merokok, anda bisa memberikan sugesti tentang cara berhenti merokok dan manfaat memiliki tubuh sehat. Jangan memberikan sugesti bernada negatif saat klien berada dalam kondisi deep trance karena ini bisa menciptakan “false memory”. Daripada mengatakan, “Jangan merokok, merokok tidak baik bagi kesehatan”, lebih baik anda berkata, “Berhenti merokok. Anda akan merasakan tubuh lebih sehat tanpa rokok”. Ada banyak rule yang perlu anda ikuti saat menghipnotis, oleh sebab itu anda sebaiknya belajar lebih banyak materi hipnotis sebelum anda mencoba mempraktekkannya.

Tahap kelima hipnotis

Tahap ini disebut dengan trance termination atau pengembalian kesadaran. Jika anda membiarkan orang dalam keadaan deep trance, ia bisa berada dalam kondisi tersebut selama berjam-jam atau bahkan tidur. Tahap ini wajib dilakukan setelah anda memberikan sugesti. Caranya hampir sama seperti saat anda melakukan induksi. Minta klien untuk kembali ke kesadarannya semula dengan menghitung dari 1 hingga 5. Semakin dalam kondisi trance klien, semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk mengembalikan kesadarannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Quote of the month

> Kegagalan itu sebuah Keberhasilan yang tertunda.